Faktor Risiko Kanker Otak

Faktor Risiko Kanker Otak

 

Faktor Risiko Kanker OtakFaktor Risiko Kanker OtakKanker otak diawali dengan pertumbuhan tumor di otak. Sebuah tumor, baik di otak atau di tempat lain adalah massa sel yang memperbanyak diri dengan cara yang tidak terkendali. Kanker otak yang berasal dari tumor di otak disebut tumor otak primer. Tumor dapat menyebar dan menghancurkan bagian-bagian terdekat dari otak. Selain itu, kanker payudara, paru-paru, atau darah (leukemia atau limfoma) juga dapat menyebar (metastasis) ke otak, menyebabkan kanker otak metastatik.

 

Faktor Risiko Kanker Otak

Meskipun penyebab kanker otak belum dapat ditemukan secara pasti, namun Faktor Risiko Kanker Otak yang dapat kemungkinan dapat meningkatkan pengembangan tumor otak ini perlu diketahui :

 

Faktor Genetik

Apa pun yang mengacu pada gen dapat disebut “genetik”. Dalam kasus tumor otak turun-temurun, mutasi atau perubahan urutan DNA yang membentuk gen tertentu, dilewatkan dari nenek ke orangtua ke anak. Sebagian besar Faktor Risiko Kanker Otak karena genetik tidak diwariskan pada saat lahir, tapi benar-benar berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan bertambahnya usia.

Gen adalah instruksi operasi untuk seluruh tubuh. Sementara sebagian besar gen kita melakukan pekerjaan seperti yang diharapkan, sejumlah kecil lainnya dapat menjadi tidak aktif atau berhenti bekerja. Gen yang tidak aktif atau rusak dapat mengubah cara sel-sel tumbuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan perkembangan tumor.

 

  1. Riwayat Dalam Keluarga

Faktor Risiko Kanker OtakPada kasus tumor otak yang terjadi, sekitar 5% memiliki hubungan dengan Faktor Risiko Kanker Otak karena genetik (keturunan), termasuk juga kondisi sindrom Li-Fraumeni, neurofibromatosis, sindrom nevoid karsinoma sel basal, tuberous sclerosis, sindrom Turcot, dan penyakit von Hippel-Lindau. Para ilmuwan juga menemukan “cluster” tumor otak tanpa adanya hubungan dengan kondisi turun-temurun ini  dan penelitian sedang dilakukan untuk mencoba untuk menemukan penyebabnya.

  1. Perubahan Kromosom

Setiap sel normal dalam setiap tubuh manusia memiliki 23 pasang kromosom. Faktor Risiko Kanker Otak karena perubahan kromosom yang paling umum pada tumor otak terjadi pada kromosom 1, 10, 13, 17, 19, dan 22. Perubahan pada kromosom 1 dan 19 adalah yang paling sering ditemukan di oligodendrogliomas dan perubahan pada kromosom 22 adalah yang paling sering ditemukan di meningioma.

 

Mungkin kita mengalami kekhawatiran tentang tumor otak yang terjadi karena Faktor Risiko Kanker Otak karena keturunan. Untuk itu mulailah untuk mengetahui sejarah keluarga dengan mengkonsultasikan dengan dokter keluarga. Meskipun skrining rutin untuk tumor otak saat ini belum tersedia (merupakan cara mencegah kanker payudara atau kanker leher rahim secara dini), namun ciri-ciri dan gejala kanker otak yang tidak biasa seperti sakit kepala atau kehilangan memori jangka pendek dapat diselidiki dalam sejarah keluarga atau pada kondisi sehari-hari.

 

Faktor Lingkungan

Banyak penelitian telah dilakukan pada sejumlah potensi faktor lingkungan juga mempengaruhi Faktor Risiko Kanker Otak. Dari sekian banyak faktor yang diteliti, hanya satu paparan radiasi ION yang telah jelas terbukti meningkatkan risiko mengembangkan tumor otak. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa riwayat alergi orang dewasa, ibu mengkonsumsi buah dan sayuran selama kehamilan, anak-anak yang mengkonsumsi sayuran dan telah mengalami cacar air, menunjukkan bahwa potensi untuk pengembangan tumor otak ini semakin berkurang.

 

  1. Medan elektromagnetik

Banyak iformasi yang berkembang mengenai energi dari jaringan listrik atau penggunaan ponsel ini, memungkinkan dalam peningkatan resiko terjadinya tumor otak. Hal ini merupakan alasan dari tindakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan pembatasan terhadap penggunaan ponsel dan menggantinya dengan headset atau hands free untuk orang dewasa dan anak-anak.

Teknik pengobatan radiasi ke arah kepala yang dilakukan pada sakit sebelumnya termasuk sinar-x pengion, dalam beberapa kasus telah menunjukkan keterkaitan terhadap Faktor Risiko Kanker Otak yang berkembang.

  1. Infeksi virus dan Alergen

Infeksi virus Epstein Barr (EBV) mempengaruhi peningkatan resiko limfoma. EBV juga lebih dikenal sebagai virus penyebab mononucleosis. Dalam penelitian lain, virus tingkat tinggi yang disebut cytomegalovirus (CMV) telah ditemukan pada jaringan tumor otak namun arti temuan ini masih dalam penelitian. Beberapa jenis virus lain telah terbukti menyebabkan tumor otak yang dilakukan dalam percobaan pada hewan,  namun masih banyak diperlukan data untuk mengetahui apakah paparan infeksi virus dapat menjadi Faktor Risiko Kanker Otak.

  1. Senyawa N-nitroso

Beberapa penelitian yang dilakukan pada suplemen dan diet N-nitroso menunjukkan bahwa adanya peningkatan resiko tumor otak pada anak dan dewasa. Senyawa N-nitroso ini terbentuk dalam tubuh, yang berasal dari zat nitrit atau nitrat yang banyak terkandung di beberapa daging, asap rokok, dan kosmetik. Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk pembuktian akan Faktor Risiko Kanker Otak.

 

Penting untuk diketahui bahwa Faktor Risiko Kanker Otak tidak secara akurat karena faktor lingkungan, yang berarti bahwa hasil seluruh penelitian dapat menjadi tidak konsisten. Studi lebih lanjut harus dilakukan sebelum meyakini bahwa faktor lingkungan seperti konsumsi pangan tertentu (nitrit), merokok, penggunaan telepon seluler merupakan faktor risiko yang mutlak untuk tumor otak.

 

Faktor Lainnya

  1. Usia – Faktor Risiko Kanker Otak ini, juga dipengaruhi oleh pertambahan usia. Tumor otak yang paling umum pada orang dewasa yang lebih tua. Namun, tumor otak dapat terjadi pada semua usia dan beberapa jenis tumor otak terjadi secara eksklusif pada anak-anak.
  2. Jenis Kelamin – Secara umum Faktor Risiko Kanker Otak lebih mungkin terjadi pada laki-laki daripada perempuan namun beberapa tipe tumor otak tertentu seperti meningioma, lebih sering terjadi pada wanita.
  3. Ras dan etnisFaktor Risiko Kanker OtakDi Amerika Serikat, Faktor Risiko Kanker Otak terjadi pada orang kulit putih lebih mungkin untuk mengembangkan glioma (jenis kanker otak) tetapi kecil kemungkinannya untuk mengembangkan meningioma dibandingkan orang kulit hitam. Hal serupa juga terjadi pada orang-orang dari Eropa utara dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan tumor otak.

 

Setiap kita harus memahami bagaimana Faktor Risiko Kanker Otak ini bisa ada dalam tubuh. Hal ini adalah cara yang tepat untuk mencegah terjadinya kanker otak yang mematikan ini.

 

 

 

Faktor Risiko Kanker Otak

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*