Pemicu Kanker Tulang

Pemicu Kanker Tulang

Pemicu Kanker Tulang

Kanker tulang adalah jenis kanker yang dimulai dari tulang, biasanya menyerang tulang panjang seperti pada lengan atau kaki. Kanker ini dapat diderita oleh segala usia. Pemicu kanker tulang belum dapat dijelaskan secara pasti. Hingga kini, baru diketahui bahwa kanker ini terjadi karena ada kesalahan pada DNA. Sel-sel tersebut terus tumbuh dan menggandakan diri.

Sel-sel ini selanjutnya terakumulasi dan bermutasi membentuk tumor. Tumor inilah yang dapat menyerang organ lain atau menyebar ke area lain dalam tubuh. Meski penyebab kanker tulang belum diketahui. Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risikonya. Kenali apa pemicu kanker tulang dan faktor risikonya disini!

 

  1. Kondisi Genetik

Kondisi genetik seperti sindrom Li-Fraumeni dapat menjadi pemicu kanker tulang dan kanker lain seperti payudara. Beberapa kondisi genetik langka dapat meningkatkan ririko perkembangan kanker tulang. Contohnya, sindrom Li-Fraumeni (SLF) dan sindrom Rothmund-Thomson (SRT)

SLF adalah mutasi pada salah satu gen yang mengontrol pertumbuhan sel. Sehingga sel tumbuh tak terkendali dan menyebabkan tumor. SLF juga meningkatkan risiko kanker lain, seperti kanker payudara dan otak. Sedangkan SRT adalah kondisi dimana terjadi mutasi pada gen REQL4. Gen ini berfungsi menjaga kestabilan informasi genetik dalam sel tubuh.

Kanker tulang memang bisa muncul akibat mutasi pada DNA. Tetapi sebagian besar penderita tidak mendapatkan kanker lewat mutasi DNA turunan. Melainkan lebih pada mutasi DNA yang terjadi selama hidupnya.

  1. Penyakit Tulang Lain

Penyakit tulang lain seperti Paget dan Ollier dapat menjadi pemicu kanker tulang. Meski jarang, ada beberapa penyakit tulang lain yang dapat meningkatkan risiko kanker tulang. Misalnya, penyakit Paget dan penyakit Ollier. Penyakit Paget menyebabkan pembentukan jaringan tulang secara abnormal. Penyakit ini biasa diderita oleh orang di atas 50 tahun. Tulang yang terinfeksi menjadi berat dan rapuh, sehingga mudah patah.

Selanjutnya, penyakit Ollier adalah gangguan langka pada kerangka tulang yang ditandai dengan perkembangan tulang abnormal. Ciri penyakit dapat berupa kelainan dalam perkembangan kartilage (bantalan sendi) pada sambungan lengan dan tungkai.

 

  1. Terapi Radiasi

Terapi radiasi kanker dapat menjadi pemicu kanker tulang. Paparan tinggi radiasi lebih dari 60 Gy dapat meningkatkan risiko kanker tulang. Terapi radiasi ini biasa dilakukan dalam tahapan pengobatan kanker. Sementara radiasi rendah sejenis X-ray tulang tidak membahayakan. Radiasi non-ion seperti medan elektromagnetik dari saluran listrik, microwave, telepon seluler, dan peralatan rumah tangga lain juga tidak berbahaya. Meski demikian, paparan materi radioaktif, seperti strontium dan radium bisa menyebabkan kanker tulang. Mineral tersebut dapat menumpuk dalam tulang.

 

  1. Riwayat Penyakit Tertentu

Penderita kanker mata retinoblastoma lebih mungkin menderita kanker tulang. Orang yang pernah menderita kanker mata retinoblastoma saat masih kecil lebih mungkin mengembangkan kanker tulang. Karena penyebab kanker ini pun adalah kelainan gen yang juga dapat mengakibatkan kanker tulang. Di samping itu, bayi yang menderita hernia umbilikalis lebih mungkin menderita kanker tulang. Kondisi lain seperti pernah melakukan transplantasi sumsum tulang juga dapat meningkatkan risiko kanker ini.

 

  1. Patah tulang atau fraktur

Sel-sel kanker yang berakar di dalam tulang menyebabkan tulang menjadi lemah atau rapuh. Bahkan kemungkinan mengerikan yang bisa saja terjadi ketika kondisi sudah parah, yaitu patahnya tulang meski hanya dengan sedikit trauma atau kecelakaan kecil saja dan dapat menyebar ke area tulang lain disekitarnya.

 

 

Cara Mencegah Kanker Tulang

Banyaknya pemicu kanker tulang yang terjadi bukan berarti langsung menyerah dengan keadaan, berikut di bawah ini ada beberapa cara mencegah kanker tulang yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi resiko yang lebih besar lagi, antara lain:

 

  1. Tidak mengkonsumsi minuman yang mengandung soda

Hal ini dikarenakan minuman bersoda dapat merusak struktur jaringan yang ada pada tulang. Sebaiknya, kurangi dan bahkan hindari minuman tersebut.

 

  1. Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin D

Vitamin D adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh guna menjaga kadar kalsium dan fosfat. Vitamin yang larut dalam lemak ini diperlukan tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfat, yaitu mineral yang penting bagi pembentukan dan perlindungan tulang dan gigi. Vitamin D pada makanan terkandung dalam berbagai macam olahan susu dan sayuran berwarna hijau.

 

  1. Hindari rokok dan minuman beralkohol

Seperti yang telah kita ketahui, rokok dan minuman yang mengandung alkohol dapat mengganggu kondisi kesehatan organ tubuh kita. Oleh sebab itu, hindari dua hal tersebut agar kita tidak terserang berbagai macam penyakit berbahaya.

 

  1. Berolahraga dengan teratur

Olahraga sangat jelas dapat menjaga kesehatan struktur tulang. Selain itu, dengan melakukan olahraga secara teratur dapat menyehatkan organ tubuh yang lainnya.

 

  1. Sering berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari

Paparan sinar mentari mengandung vitamin D yang alami yang baik untuk kesehatan tulang. Lakukan hal tersebut mulai jam 7 pagi sampai dengan jam 10 pagi, karena pada jam tersebut adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.

 

 

Penyakit bisa datang pada siapa saja, kapanpun dan dimanapun. Demikianlah ulasan mengenai apa saja yang menjadi pemicu kanker tulang, untuk meminimalisir resiko maka yang harus kita lakukan adalah menghindari apa-apa saja yang menjadi pemicu tersebut. Semoga ulasan di atas tadi dapat bermanfaat untuk Anda. Terima kasih…

 

 

Pemicu Kanker Tulang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Metode Pengobatan Kanker Tulang

Metode Pengobatan Kanker Tulang

Metode Pengobatan Kanker Tulang

Kanker tulang dapat digambarkan sebagai tumor ganas yang merusak jaringan tulang yang sehat, akibatnya tulang menjadi lemah atau rapuh. Kanker tulang yang tidak segera diobati atau dicegah jelas dapat membahayakan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Namun bila sudah menjalani pengobatan, apakah kanker tulang bisa sembuh? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

 

Kanker tulang terbagi menjadi dua, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Kanker tulang primer terjadi ketika kanker muncul dan berkembang langsung di dalam sel-sel tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker yang dimulai dari bagian tubuh lain kemudian baru menyebar ke tulang.

 

Memang tidak mudah untuk memprediksi keberhasilan pengobatan kanker, termasuk pada kasus kanker tulang. Pasalnya semua ini tentunya tergantung pada beberapa hal, di antaranya jenis dan lokasi kanker tulang, stadium kanker tulang, kondisi kesehatan pasien, jenis pengobatan, dan seberapa baik sel kanker merespon pengobatan. Bila jika memang tubuh merespon pengobatan dengan baik, maka ada kemungkinan kanker tulang bisa sembuh. Namun bila sel-sel kanker tulang cenderung sulit dikendalikan, maka ini bisa membahayakan tubuh Anda dan memperkecil kemungkinan untuk sembuh.

 

Metode Pengobatan Kanker Tulang

 

Kanker tulang merupakan salah satu kanker yang sulit ditangani. Hal ini dikarenakan kanker tulang terdiri dari banyak jenis yang memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Bahkan, seringkali dokter memberi diagnosa yang salah terhadap penyakit kanker tulang yang dialami. Hal ini tentu saja membuat pengobatan kanker tulang yang diberikan kurang tepat.

Namun, bukan berarti pengobatan kanker tulang mustahil dilakukan. Sama seperti kanker lainnya, untuk kanker tulang akan lebih baik jika dilakukan pengobatan sedini mungkin. Semakin awal keberadaan kanker ini diketahui dan semakin cepat pemberian pengobatannya, maka resiko amputasi tulang bahkan kematian akan semakin bisa dihindari.

Bagi penderita kanker, umumnya sudah familiar dengan pengobatan kemoterapi dan radiasi. Pengobatan tersebut memang masih menjadi opsi utama untuk membunuh sel kanker dan menyembuhkannya. Tapi ternyata, kemoterapi tidak hanya menjadi satu-satunya cara pengobatan kanker tulang. Berikut ini beberapa metode pengobatan kanker tulang yang bisa dilakukan:

 

  1. Limb salvage

Metode pengobatan kanker tulang ini bisa dilakukan jika kanker belum menyebar terlalu jauh dan masih berada di area tulang. Metode limb salvage bisa dilakukan jika kanker berada di tungkai. Dengan metode limb salvage, maka pasien akan terhindar dari amputasi. Metode limb salvage akan mengangkat jaringan kanker tanpa memotong tulang. Jika tulangnya pun sudah terkena kanker, maka tulang yang terkena kanker akan diradiasi lalu dikembalikan ke tempatnya semula. Kekurangan dari metode ini adalah hanya bisa dilakukan jika saraf dan pembuluh darah di sekitar area yang terkena kanker masih sehat. Jika tidak, maka metode limb salvage tidak bisa dilakukan.

 

  1. Rekonstruksi tulang

Opsi berikutnya, jika tulang yang terkena kanker tidak bisa diselamatkan maka bisa dilakukan rekonstruksi tulang. Rekonstruksi tulang dapat dilakukan dengan memotong tulang yang terkena kanker lalu menggantinya dengan implan buatan atau donor tulang. Untuk saat ini, di Indonesia donor tulang masih sangat jarang. Maka, pilihannya adalah mengganti tulang dengan implan dari baja, titanium, kromium, atau kobalt. Sementara itu, bahan polietilen bisa digunakan untuk dijadikan sendi penghubung antar tulang.

 

  1. Imunoterapi

Imunoterapi bisa juga dilakukan untuk menjadi terapi pendamping. Tujuannya agar penderita kanker tulang bisa menoleransi efek samping dari pengobatan yang sedang dilakukan. Saat ini, kemoterapi dan radiasi tetap menjadi metode utama untuk mengobati kanker tulang, disamping operasi yang dilakukan. Padahal, kemoterapi dan radiasi seringkali memberi efek buruk pada tubuh pasien. Misalnya, sering mual, muntah, nafsu makan berkurang bahkan mudah sakit. Untuk itulah terapi imun dibutuhkan sebagai pendamping perawatan lainnya.

 

  1. Konsumsi obat herbal

Metode pengobatan kanker tulang lainnya adalah dengan obat herbal. Meski belum benar-benar bisa dibuktikan secara medis, obat herbal bisa dicoba. Salah satu obat herbal yang bisa dicoba adalah sarang semut dari Papua. Sarang semut dipercaya mengandung senyawa aktif seperti flavonid, tanin dan poliferol yang bisa mengatasi aktivitas abnormal dalam sel yang menyebabkan kanker, termasuk kanker tulang. Namun, ada baiknya sebelum Anda mengkonsumsi obat herbal, Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter.

 

  1. Amputasi

Jika kanker tulang sudah menyebar dan merusak pembuluh darah serta saraf di sekitarnya, maka metode pengobatan kanker tulang yang bisa dilakukan adalah amputasi. Amputasi mungkin merupakan opsi terakhir bagi penderita kanker tulang, karena menyebabkan kecacatan fisik. Namun, jika memang hal ini harus dilakukan, sebaiknya tidak lagi menundanya. Karena jika dibiarkan, bisa jadi kanker justru meluas ke organ lain yang membuat kanker menjadi semakin parah.

 

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker tulang dengan memberikan berbagai obat-obatan. Pada penderita kanker tulang, obat kemoterapi akan dimasukkan ke tubuh melalui infus ke pembuluh darah. Untuk pengobatan kanker tulang, kemoterapi dilakukan sebelum dilakukan operasi. Tujuannya adalah untuk mengurangi sel kanker dan memperkecil resiko amputasi. Setelah dilakukan operasi, kemoterapi juga akan dilakukan kembali untuk mencegah sel kanker muncul lagi. Bagi penderita Ewing’s sarcoma, kemoterapi bisa dikombinasikan dengan radioterapi sebelum menjalani operasi. Sedangkan untuk penderita Chondrosarcoma, metode kemoterapi ini tidak dapat dilakukan.

Metode pengobatan kanker tulang akan memberi beberapa efek samping. Misalnya, rambut rontok, kelelahan, sariawan, hingga kekebalan tubuh menjadi turun. Oleh karena itu, biasanya waktu pelaksanaan kemoterapi diberi selang waktu beberapa hari. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kondisi tubuh pasien kuat menjalani kemoterapi selanjutnya.

 

  1. Radioterapi

Metode selanjutnya adalah radioterapi. Radioterapi adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan pancaran radiasi. Sama dengan kemoterapi, radioterapi juga biasa dilakukan sebelum atau sesudah operasi. Radioterapi bisa membantu memperlambat gejala kanker tulang jika kanker tulang sudah memasuki stadium akut. Metode ini juga sering dilakukan pada penderita Chondrosarcoma, yang tidak dapat disembuhkan dengan kemoterapi.

Radioterapi juga memiliki beberapa efek samping. Misalnya, kelelahan, rambut rontok, rasa nyeri di persendian, bahkan iritasi atau ruam di kulit. Efek samping ini akan hilang jika pasien berhenti melakukan pengobatan radioterapi.

 

  1. Cyrosurgery

Cyrosurgery adalah metode yang menggunakan nitrogen cair yang bersuhu sangat rendah (kurang lebih -200° C). Metode pengobatan kanker tulang ini bertujuan untuk membekukan dan membunuh sel-sel kanker di tulang. Teknik ini dilakukan sebagai opsi lain jika tidak ingin melakukan operasi biasa untuk menghancurkan tumor di tulang.

 

 

Metode Pengobatan Kanker Tulang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Tulang Belakang

Pengobatan Kanker Tulang Belakang

Pengobatan Kanker Tulang Belakang

Kanker tidak hanya bisa menyerang organ tubuh yang lunak saja, melainkan juga bisa menyerang organ tubuh yang keras seperti tulang. Kanker tulang bisa terjadi pada bagian tulang manapun. Namun yang paling sering terjadi adalah pada tulang belakang dan juga tulang kaki. Kanker tulang belakang itu sendiri bisa terjadi jika tulang belakang ditumbuhi oleh jaringan kanker. Kanker tulang belakang bisa terjadi secara langsung menyerang tulang. Namun ada juga jenis kanker tulang belakang yang merupakan efek dari kanker di organ lain yang terjadi sebelumnya dan menyebar hingga ke tulang belakang.

Pemilihan metode pengobatan harus disesuaikan dengan tingkatan atau parahnya kanker tulang belakang itu sendiri yang terbagi dalam beberapa stadium. Pengobatan kanker tulang belakang yang bisa dilakukan di antaranya:

 

  1. Kemoterapi

Jika bicara tentang kanker, maka salah satu istilah yang sering didengar adalah kemoterapi atau yang sering disebut juga dengan kemo. Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker tulang belakang yang memang selalu dilakukan pada penderita kanker. Cara kerjanya adalah untuk membunuh sel dan jaringan kanker yang mulai atau sudah berkembang di dalam tubuh, termasuk kanker tulang belakang. Tapi kemoterapi ini bisa memberikan efek samping yang cukup melemahkan sistem pertahanan tubuh juga, karena saat kemo dilakukan, bukan hanya sel kanker yang mati, namun juga sel-sel yang sehat. Kemoterapi sering juga membuat penderitanya lemas dan juga rambut rontok. Maka dari itu kemoterapi tidak bisa dilakukan sering-sering. Tujuannya agar tubuh bisa mengembalikan kebugarannya terlebih dahulu. Kemo bisa dilakukan secara suntikan atau secara telan seperti minum obat.

 

  1. Amputasi

Salah satu cara pengobatan kanker tulang yang sudah parah adalah amputasi. Amputasi ini sendiri adalah pemotongan atau pengangkatan tulang. Jalan ini diambil jika sel kanker sudah menggerogoti tulang dengan cukup parah. Agar tidak menyebar semakin luas dan menjangkiti tulang atau organ tubuh lainnya, maka amputasi perlu dilakukan dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran jaringan kanker. Cara pengobatan kanker tulang belakang ini biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk pasien yang memang ingin benar-benar terbebas dari kanker tulang itu sendiri.

 

  1. Radioterapi

Pengobatan kanker tulang belakang berikutnya adalah radioterapi. Radioterapi merupakan salah satu pengobatan yang dilakukan dengan metode memancarkan radiasi ke pada bagian tubuh yang terinfeksi kanker dengan sebuah energi tertentu. Tujuan dan manfaat dari pengobatan ini adalah untuk menghambat kinerja sel kanker dan melemahkannya sehingga sel kanker tidak bisa atau kesulitan untuk berkembang lagi. Namun seperti kemoterapi, radioterapi juga memiliki efek samping yang serupa. Hal ini dikarenakan sel yang sehat juga ikut terkena pancaran radiasi sehingga ikut terhambat metabolisme dan kinerjanya. Beberapa efek samping yang bisa dirasakan oleh pasien kanker yang menjalani radioterapi antara lain rambut rontok, sariawan, mudah lelah, ruam pada kulit, dan masih banyak lagi. Efek samping ini bisa berhenti jika pengobatan dengan radioterapi dihentikan.

 

  1. Imunoterapi

Metode pengobatan kanker tulang belakang lainnya adalah metode imunoterapi. Metode pengobatan ini adalah metode pengobatan pendamping selain kemo dan radioterapi. Imunoterapi ini hadir sebagai salah satu solusi yang bisa diberikan untuk mengurangi efek samping dari kemo dan juga radioterapi, dimana dalam metode ini, imunitas tubuh penderita pasien akan ditingkatkan. Hal ini memang perlu dilakukan mengingat kemo dan radioterapi masih menjadi pola pengobatan kanker yang masih digunakan, namun efek sampingnya juga cukup banyak karena bisa melemahkan sistem imun tubuh. Imunoterapi bekerja untuk memperbaiki sistem imun atau sistem pertahanan tubuh supaya pasien kanker tidak terlihat lesu dan lemas serta pucat dan mudah sakit.

 

  1. Memanfaatkan Obat-obatan Herbal

Ada juga pasien kanker yang lebih mempercayakan pengobatannya pada obat-obatan herbal. Cara ini dimaksudkan untuk mengobati kanker dan penyakit TBC tulang biasanya akan dilakukan pengobatan secara alami tanpa harus melakukan terapi seperti kemo maupun radioterapi. Selain itu, obat-obatan herbal juga cenderung tidak memiliki efek samping seperti kemoterapi maupun radioterapi. Lagipula, harga obat-obatan herbal untuk kanker juga jauh lebih murah daripada pengobatan dengan terapi seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sehingga akan lebih bisa dijangkau oleh pasien yang menengah ke bawah dalam segi ekonominya. Beberapa obat herbal untuk kanker yang paling umum adalah jus kulit manggis atau juga sarang semut. Kedua bahan itu mengandung flavonoid yang efektif untuk membunuh sel kanker yang menyerang tulang belakang.

 

  1. Donor Sumsum Tulang Belakang

Donor sumsum tulang belakang banyak dilakukan di luar negeri sebagai salah satu alternatif pengobatan kanker tulang belakang yang cukup baik. Namun di Indonesia cara ini kurang berkembang. Beberapa pasien dari kanker tulang belakang bahkan bisa mendapatkan efek terbaik dari donor sumsum tulang belakang ini.

 

Cara kesembuhan kanker tulang belakang, yang harus kalian ketahui juga dengan cara yang mudah dan gampang sebagai berikut:

  • Peluang pasien kanker tulang belakang untuk mendapatkan kesembuhan tergantung dari parahnya kanker tersebut. Jika diagnosis menunjukkan bahwa kanker tulang belakang ini masih stadium awal, maka bisa jadi pengobatan berpeluang tinggi untuk sembuh.
  • Sebaliknya, jika diagnosis sudah menunjukkan kanker dalam level atau stadium tinggi, maka tentu saja peluang kesembuhannya lebih rendah.
  • Bahkan pada kasus kanker tulang belakang stadium akhir, sel kanker tidak bisa dimusnahkan, dan hanya bisa diperlambat saja penyebarannya. Maka dari itu deteksi dini perlu dilakukan sebelum sel kanker menyebar dengan pesat.
  • Deteksi dini juga bisa mencegah jaringan kanker lebih cepat diketahui sehingga lebih cepat diobati. Dengan demikian risiko terburuk dari kanker tulang belakang bisa dicegah.

 

Demikianlah beberapa cara pengobatan kanker tulang belakang yang bisa dilakukan. Selalu lakukan pencegahan dengan menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, segera periksakan ke dokter jika gejala kanker tulang belakang sudah mulai dirasakan agar deteksi bisa segera dilakukan. Obati dengan cara yang sesuai sehingga kanker bisa segera mereda dan sembuh. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

 

 

Pengobatan Kanker Tulang Belakang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dampak Buruk Kanker Tulang

Dampak Buruk Kanker Tulang

Dampak Buruk Kanker Tulang

Kanker tulang merupakan salah satu sub bagian dari kanker tulang, dimana terdapat suatu sel kanker yang tumbuh dan juga berkembang dan menyerang bagian tulang tubuh pasiennya. Kanker tulang merupakan salah satu jenis kanker yang cukup jarang terjadi pada manusia, apabila dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, seperti kanker payudara, kanker usus dan juga kanker hati. Meskipun demikian, kanker tulang pun harus diperhatikan, karena dapat menyebabkan berbagai macam masalah bagi kesehatan tulang kita.

Kanker tulang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang membentuk tulang, lebih dari 2,000 orang-orang didiagnosis di Amerika setiap tahun dengan suatu tumor tulang. Tumor-tumor tulang terjadi paling umum pada anak-anak dan remaja-remaja dan lebih kurang umum pada orang-orang dewasa yang lebih tua.

Penyebab kanker tulang sendiri masih sulit untuk di ketahui dan yang pasti gaya hidup yang tidak sehat menempati peringkat pertama yang dapat meningkatkan faktor resiko terserang kanker. Selain itu, konsumsi alkohol dan merokok yang berlebihan juga merupakan salah satu faktor lainnya yang dapat memunculkan kanker tulang. Berbeda seperti jenis kanker lainnya, kanker tulang tidaklah disebabkan oleh penularan dari kanker, sehingga kanker tulang ini merupakan kanker yang muncul dengan sendirinya.

 

Stadium Kanker Tulang

Untuk mengetahui parah atau tidaknya suatu kanker, biasanya didefinisikan dengan tahapan berupa grade atau stadium. Berikut ini adalah grade atau stadium dari kanker tulang dan juga kanker tulang :

Beberapa ciri-ciri pada kanker tulang stadium I A ini antara lain :

  • Tumor berada pada grade 1 atau grade 2 ( posisi grade terendah )
  • Ukuran tumor lebih kecil dari 8 cm
  • Tumor belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya

Kanker tulang, sama seperti berbagai jenis kanker lainnya sudah pasti akan membahayakan pasiennya. Apa saja dampak buruk kanker tulang dan juga kanker tulang ini? berikut ini adalah beberapa dampak buruk kanker tulang :

 

  1. Dapat menyebabkan pengeroposan pada tulang

Dampak buruk kanker tulang dari gejala kanker tulang adalah sudah pasti dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada tulang. Hal ini akan menyebabkan bagian tulang dapat mengalami pengeroposan, yang tentunya dapat menyebabkan struktur tulang yang menjadi tidak normal.

 

  1. Posisi tubuh yang menjadi tidak normal

Hal ini merupakan lanjutan dan juga efek domino yang muncul karena terjadinya pengeroposan tulang. Pengeroposan tulang dapat menyebabkan posisi tubuh dari penderitanya menjadi tidak normal, seperti menjadi terlalu membungkuk, kondisi tulang punggung yang miring dan juga berbagai masalah lainnya.

 

  1. Rasa nyeri dan sakit yang luar biasa pada punggung

Munculnya sel kanker pada bagian tulang juga akan menyebabkan munculnya rasa sakit dan juga nyeri yang luar biasa dan juga berlebihan pada bagian punggung. Hal ini akan terasa sangat menyiksa dan juga tidak tertahankan, seperti merasakan sakit punggung, namun terjadi secara terus menerus.

 

  1. Sulit untuk bergerak

Rasa sakit yang muncul pada bagian tulang dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih sulit dalam bergerak, sehingga penderita kanker tulang akan lebih banyak diam. Hal ini akan berefek pada kondisi tubuh yang tidak terlalu banyak bergerak, sehingga dapat berpengaruh pada penurunan metabolisme tubuh dan dapat menyebabkan tubuh mengalami berbagai macam gangguan kesehatan. Namun kesulitan bergerak juga ditemui pada gejala kanker otak.

 

  1. Pembengkakan pada bagian tulang

Dampak buruk kanker tulang adalah munculnya pembengkakan pada bagian punggung dan juga tulang, sama seperti ciri-ciri dari kanker lainnya. Dalam tahapan yang parah dan sudah mencapai stadium akhir, kanker tulang dapat lebih berbahaya, karena dapat menyebabkan :

  • Kelelahan
  • Anemia
  • Menyebarnya sel kanker pada bagian tubuh lainnya
  • Berkurangnya imunnitas tubuh
  • Rasa nyeri pada bagian tubuh lain yang terinfeksi kanker
  • Mudah terinfeksi oleh penyakit
  • Rasa sakit kepala dan pusing yang berlebihan

 

Gejala kanker tulang stadium lanjut ini akan sangat berbahaya, karena memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk menginfeksi kelenjar getah bening. Apabila kelenjar getah bening sudah terinfeksi oleh kanker, maka kanker akan lebih mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga dapat menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit.

 

Seperti Ini Cara Mengobati Kanker Tulang

Mulai dari kemoterapi hingga operasi dapat dilakukan guna mengatasi penyakit ini. Untuk menyembuhkan kanker tulang, pengobatan utama umumnya berupa operasi pengangkatan. Meski tulang yang terkena kanker diangkat, namun bukan berarti bagian tubuh pasien diamputasi. Pada kondisi tertentu, otot dan jaringan lain yang ada di sekitar kanker juga harus diangkat. Selain operasi, kemoterapi juga mungkin diperlukan untuk mengobati kanker tulang jenis tertentu. Selain itu, pengobatan untuk jenis chondrosarcoma dilakukan dengan radiasi. Jika kanker jenis Ewing’s Sarcoma tidak merespons positif kemoterapi dosis tinggi, mungkin dibutuhkan terapi radiasi atau stem cell.

 

 

Demikianlah artikel mengenai dampak buruk kanker tulang. Jangan lupa untuk konsultasikan langsung dengan dokter terpercaya atau terdekat Anda jika ada suatu hal yang Anda curigai sebagai kanker tulang. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Anda semua dan juga dapat menambah wawasan Anda semua.

 

 

Dampak Buruk Kanker Tulang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanda-Tanda Kanker Tulang

Tanda-Tanda Kanker Tulang

Tanda-Tanda Kanker Tulang

Dibandingkan dengan penderita jenis kanker yang lain, prosentase penderita penyakit kanker tulang terbilang sedikit karena hanya sekitar 0,2% dari keseluruhan penderita penyakit kanker. Menurut penelitian, setiap tahunnya hanya sekitar 2890 orang di seluruh dunia yang yang didiagnosa mengidap kanker tulang, dan dari jumlah tersebut sekitar 1410 orang meninggal karena penyakit ini. Bahayanya penyakit ini, tanda-tanda kanker tulang secara dini harus diperhatikan.

Meski terbilang langka, jenis kanker yang banyak menyerang mereka yang berusia 10-20 tahun ini tergolong jenis kanker yang aktif dan agresif. Karena begitu menyerang, akar-akarnya dapat menggerogoti tulang hingga butuh tindakan amputasi, sebab jika tidak, maka akan berisiko terhadap keselamatan jiwa penderita.

Kanker tulang primer terjadi karena sel-sel kanker yang bersumber dari tulang itu sendiri, sedang kanker tulang sekunder sumber dari sel-sel kanker berasal dari organ-organ tubuh lain yang terserang kanker, seperti kanker prostat, kanker payudara, kanker paru-paru, serta jenis kanker lainnya yang bermetastatis atau menyebar hingga akar-akarnya menyerang tulang.

Munculnya kanker tulang biasanya ditandai dengan gejala awal berupa deformasi patologis tulang, rasa sakit yang terus menerus pada bagian punggung, terjadinya patah tulang pada satu atau beberapa bagian tubuh tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya, serta terjadinya distal mati rasa pada bagian tubuh disebabkan penekanan pembuluh darah pada syaraf yang dilakukan oleh tumor.

 

Tanda-Tanda Kanker Tulang

Gejala awal lainnya berupa benjolan yang muncul pada permukaan tulang, terjadinya peradangan, rasa lelah yang berlebihan, turunnya berat badan, turunnya kemampuan beraktifitas, serta bengkak dan rasa sakit yang terus menerus pada bagian persendian tulang. Bermula dari gejala awal itulah kanker tulang terus berkembang melalui beberapa fase atau tahapan dengan tanda-tanda kanker tulang sebagai berikut:

 

  1. Rasa sakit / nyeri berkepanjangan pada tulang

Tanda-tanda kanker tulang yang paling mudah dideteksi adalah rasa sakit yang berkepanjangan pada tulang belakang, utamanya bagian punggung dan leher disertai dengan gejala lainnya seperti rasa nyeri dan ngilu. Rasa sakit tersebut tidak hanya berhenti pada bagian tulang belakang saja, tapi lambat laun menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Penyebaran tersebut dipengaruhi oleh tempat pertumbuhan abnormal. Jika sel-sel kanker hanya menyebabkan iritasi dan peradangan kecil, maka rasa sakit pada umumnya hanya muncul di bagian belakang tubuh. Namun jika syaraf ditekan oleh sel-sel kanker, maka rasa sakit akan menyebar ke bagian-bagian yang menjadi tempat penyebaran sel kanker tersebut.

 

  1. Turunnya kemampuan beraktifitas

Tanda-tanda kanker tulang yang selanjutnya adalah akan mempengaruhi aktifitas anda. Sel-sel kanker yang menekan syaraf dengan sangat kuat, dapat membuat kemampuan seseorang dalam beraktifitas menurun. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya gangguan terhadap tulang belakang terutama pada impuls-impulsnya. Karena saat kanker memicu terjadinya peradangan besar, kemampuan otak dalam berkomunikasi dengan anggota tubuh yang lain tidak lagi dapat berjalan dengan maksimal, sehingga kaki terasa sulit untuk dipakai berjalan, tangan terasa kaku untuk dipakai berpegangan atau meraih sesuatu, dan gejala-gejala lainnya.

 

  1. Kepekaan menurun

Sensasi sentuhan juga semakin melemah disebabkan peradangan, tekanan dan pengaruh kanker tulang belakang, karena syaraf pusat berada pada bagian sumsung tulang belakang. Karena menurunnya kepekaan inilah maka penderita kanker tulang mulai sulit untuk dapat merasakan suhu yang panas atau dingin saat menyentuh sesuatu, sama halnya dengan menurunnya kemampuan otak saat berkomunikasi dengan anggota tubuh yang lain.

 

  1. Inkontinensia

Gejala inkontinensia hampir sama dengan menurunnya kemampuan beraktifitas, hanya saja tanda-tanda kanker tulang ini berakibat pada hilangnya kemampuan seseorang dalam mengontrol kinreja dari usus serta kandung kemih disebabkan karena impuls impuls syaraf yang terganggu.

 

  1. Kelumpuhan

Pada stadium tertentu, seseorang yang terkena kanker tulang dapat mengalami kelumpuhan, baik pada salah satu, beberapa, atau bahkan pada keseluruhan anggota badan, tergantung dari lokasi dan ukuran pertumbuhan sel-sel kanker, karena syaraf yang terserang kanker seolah terputus dari rangkaian syaraf secara keseluruhan.

 

  1. Pembengkakan

Anda mungkin mengalami rasa sakit di sekitar terjadinya kanker, dan mungkin akan menunjukkan pembengkakan pada tulang, benjolan atau ada sesuatu yang ada di dalamnya.

 

  1. Fraktur

Sel kanker dapat melemahkan tulang, dan ini kadang-kadang menyebabkan patah tulang. Kerusakan tulang mungkin terjadi pada tulang yang sebelumnya terasa sakit.

 

  1. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan yang tidak diinginkan dan kelelahan yang menyertai nyeri tulang mungkin merupakan tanda dari kanker tulang. Tanda-tanda kanker tulang lain, seperti kesulitan bernapas, mungkin berkembang jika kanker telah menyebar ke organ lain.

 

Kanker tulang memang tergolong penyakit yang langka, namun mengingat besarnya risiko bagi para penderita, maka sebisa mungkin bagi siapa saja untuk senantiasa mencegah, mengetahui tanda-tanda kanker tulang, serta melakukan pengobatan sedini mungkin sebelum penyakit kanker yang satu ini semakin berkembang dan berakibat fatal. Jangan lupa untuk konsultasikan langsung dengan dokter terdekat atau terpercaya Anda, semoga bermanfaat..

 

 

Tanda-Tanda Kanker Tulang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Obat Herbal Bisa Berbahaya, Kenali Cirinya !

Obat Herbal Bisa Berbahaya, Kenali Cirinya !

Obat Herbal Bisa Berbahaya, Kenali Cirinya !

Obat Herbal Bisa Berbahaya, Kenali Cirinya ! Ramuan obat herbal yang diracik dari dedaunan tanaman, kulit kayu, buah, bunga, dan akar-akaran wangi telah digunakan sejak zaman nenek moyang untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun, peredaran suplemen herbal tidak diatur seketat obat-obatan medis oleh BPOM.

 

Lantas, Apakah Obat Herbal Aman Dikonsumsi?

Menurut Prof. Maksum Radji, Guru Besar Tetap Ilmu Farmasi Universitas Indonesia, obat herbal bisa berbahaya maka agar sebuah obat herbal bisa dinyatakan aman, produk tersebut haruslah terlebih dulu dibuktikan secara ilmiah keamanannya melalui serangkaian uji klinis, antara lain uji toksisitas akut, uji toksisitas sub-akut, uji toksisitas kronik, dan uji teratogenik, dilansir dari Kompas. Obat herbal juga harus diuji dosis, cara penggunaan, efektivitas, monitoring efek samping, dan interaksinya dengan senyawa obat lain.

Sayangnya, kebanyakan obat herbal yang beredar di Indonesia tergolong dalam kategori jamu dan OHT (Obat Herbal Terstandar). Keduanya merupakan jenis obat tradisional yang belum terbukti keamanannya berdasarkan uji klinik. Khasiat OHT hanya dapat dibuktikan sejauh eksperiman pada hewan lab. Hasil percobaan praklinik inilah yang seringkali dijadikan dasar bahwa obat herbal dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara itu, jamu yang biasanya menggunakan rebusan kombinasi rempah dan variasi resep turun temurun tidak memiliki dosis dan indikasi yang pasti.

Dr. Peter Canter dan Prof. Edzard Ernst dari Peninsula Medical, dilansir dari The Telegraph, mengungkapkan bahwa sampai sejauh ini bukti klinis kuat yang dapat membuktikan efektivitas jamu dan obat herbal untuk menyembuhkan penyakit masih sangat terbatas. Dan karena potensi efek samping dicurigai lebih besar dari manfaatnya, kurangnya bukti medis ini dapat diartikan bahwa penggunaan obat herbal bisa berbahaya dan tidak direkomendasikan.

 

Tak Semua Orang Boleh Minum Jamu dan Obat Herbal

Meski terbuat dari bahan alami, semua rempah juga mengandung senyawa kimia yang berpotensi menimbulkan risiko efek samping merugikan. Sebagai contoh, jamu temulawak. Temulawak diklaim ampuh sebagai obat peningkat nafsu makan dan mengatasi sembelit, namun tak banyak yang tahu bahwa temulawak memiliki sifat pengencer darah yang bisa menyebabkan perdarahan ginjal akut pada penderita penyakit hati.

Risiko efek samping juga mungkin termasuk dari produk impor yang terkontaminasi dengan bahan kimia pertanian atau organisme asing lain selama proses pembuatan di negara asalnya. Misalnya, obat-obatan herbal yang diragukan kesegaran dan kualitasnya berpotensi mengandung jamur Amanita phaloides yang memproduksi aflatoksin yang bisa merusak hati.

Selain itu, sejumlah suplemen viagra herbal impor asal Cina telah dibuktikan mengandung hingga empat kali lipat dosis campuran senyawa kimia dari obat medis resep yang biasa digunakan untuk menangani obesitas dan anti-impotensi, yang dapat menyebabkan efek samping serius seperti gangguan jantung dan tekanan darah. Padahal, yang namanya produk suplemen herbal sama sekali tidak boleh mengandung obat sintetik.

 

Perhatikan Ciri-Ciri Obat Herbal Sebelum Dibeli dan Dikonsumsi

Di balik berbagai khasiatnya, ternyata obat herbal bisa berbahaya bagi tubuh Anda. Pasalnya, sembarangan mengonsumsi obat herbal bisa berbahaya dan membuat gejala yang Anda alami jadi makin parah. Berbagai bahan dari obat herbal mungkin memberikan efek samping yang tidak Anda ketahui.

Selain itu, tanpa sepengatahuan konsumen, obat herbal juga mungkin sudah ditambahi berbagai bahan kimia berbahaya meski katanya alami. Karena itu, Anda harus bijak dan jeli dalam memilih obat herbal yang aman dan sudah teruji klinis. Berikut ini adalah ciri-ciri obat herbal bisa berbahaya bagi tubuh Anda.

 

  1. Tidak jelas siapa produsennya

Badan Kesehatan Dunia atau WHO sudah menetapkan standar yang harus diikuti oleh setiap negara mengenai kelengkapan informasi pada kemasan obat. Obat yang bagus seharusnya bukan hanya menyebut merek, tapi juga jelas mencantumkan siapa produsennya.

 

  1. Kandungan dari orbat herbal tidak jelas

Kandungan yang terdapat dalam obat seharusnya dijabarkan secara rinci pada kemasan. Jika tidak ada, Anda patut mencurigai obat tersebut. Selain jenis kandungannya, obat tradisional yang baik juga seharusnya menyebutkan berapa banyak kandungan setiap bahan yang digunakan. Dengan begitu, Anda bisa mengukur apakah takarannya terlalu banyak atau sedikit.

 

  1. Tidak ada izin edar dari Badan POM dan SNI

Seperti yang Anda ketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) adalah badan yang berwenang untuk mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia. BPOM akan menulis nomor registrasi pada kemasan obat tersebut untuk menandakan bahwa obat tersebut sudah teruji klinis sehingga aman untuk dikonsumsi. Ini bukti bahwa obat tersebut sudah melewati berbagai macam tes yang resmi.

Namun, saat ini ada beberapa produsen obat yang menempelkan nomor izin palsu di kemasannya. Inilah yang harus diwaspadai. Anda bisa mengeceknya di website BPOM http://cekbpom.pom.go.id/. Caranya mudah. Anda tinggal mengetik hal-hal yang ada pada obat tersebut, misalnya nomor registrasi, nama produk, atau merek obat herbal yang ingin Anda ketahui.

Selain itu, obat jenis herbal yang aman seharusnya mencantumkan SNI atau Standar Nasional Indonesia. SNI akan dikeluarkan bila produknya sudah mengikuti standar produksi dan kualitas barang di Indonesia. Ini berarti produk yang ada SNI-nya punya pabrik yang bersih, aman, dan terjamin. Tanpa SNI, kualitas produk Anda dipertanyakan.

 

  1. Sekali minum, Anda merasa penyakit langsung hilang

Kebanyakan obat herbal membutuhkan proses untuk menyelesaikan masalah kesehatan Anda. Banyak obat yang khasiatnya akan baru muncul beberapa hari atau bahkan beberapa minggu setelah pertama kali mengonsumsinya. Jika Anda merasa penyakit Anda hilang sekejap setelah Anda meminum atau mengoleskan obat jenis ini, Anda patut mencurigainya. Bisa jadi, herbal tersebut mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

BKO adalah bahan kimia yang biasa digunakan pada obat-obatan. Seharusnya BKO tidak digunakan dalam herbal. Selain itu, penggunaan obat haruslah sesuai dengan aturan. Misalnya pada beberapa jenis kortikosteroid seperti obat deksametason dan salep betametason. Penggunaan sembarangan akan membuat fungsi kelenjar adrenal pada tubuh Anda rusak dan menyebabkan berbagai macam gejala, mulai dari rasa lemas hingga kematian.

Produsen obat herbal yang tidak bertanggung jawab akan memasukkan BKO ke dalam produknya. Ini akan membuat produknya dipandang sangat berkhasiat. Saat ini ada banyak sekali produk herbal yang menggunakan BKO. Badan POM sendiri masih terus memantau dan menemukan berbagai produk herbal yang berbahaya. Karena itu, jangan sembarangan beli produk herbal karena tergiur harga murah dan khasiat yang menjanjikan.

 

 

Obat Herbal Bisa Berbahaya, Kenali Cirinya !

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Alternatif

Pengobatan Kanker Alternatif

Pengobatan Kanker Alternatif

Kanker masih menjadi penyakit terganas yang mematikan di Indonesia. Setidaknya 3 jenis penyakit kanker kerap mengisi daftar 10 penyakit mematikan. Hal ini disampaikan di Acara “Menepis Mitos tentang Kanker” di Aula Departemen Radioterapi Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Kamis (21/3). Setidaknya, dalam setahun RSCM dapat menerima 1.600 pasien kanker. Sementara, dalam sehari, sekitar 200 orang pasien kanker berobat ke RSCM.

Mitos seputar kanker banyak berkembang di masyarakat. “Beberapa orang menganggap kanker itu disebabkan oleh nasib buruk. Tentu saja hal ini tidak benar,” ujar dr. Gatot Purwoto. Ia menjelaskan bahwa kanker disebabkan oleh unsur genetik dan lingkungan. “Hanya saja, untuk banyak kasus kanker, unsur genetik hanya berperan 5-10%. Yang paling berpengaruh adalah pola hidup,” sambung Dr. Ahmad Kurnia.

Merasa takut saat didiagnosis kanker sangat wajar terjadi. Tetapi, jangan sampai ketakutan itu membuat Anda tidak segera pengobatan yang tepat. Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan bagi sebagian besar masyarakat. Tetapi, karena kemajuan di bidang medis, saat ini tingkat kesembuhan kanker semakin meningkat. Hal ini juga didukung dengan berbagai pengobatan kanker alternatif yang diberikan untuk membantu mengobati kanker. Lalu, apa saja pengobatan kanker alternatif yang dapat membantu mempercepat penyembuhan penyakitnya? Lalu, apakah pengobatan kanker alternatif ini aman dilakukan berbarengan dengan kemoterapi atau radioterapi?

Macam-macam pengobatan alternatif kanker untuk meringankan efek samping kemoterapi

Sebenarnya, pengobatan alternatif kanker saja tidak dapat membuat sel kanker mati atau menghambat pertumbuhannya. Namun, terapi dampingan ini lebih ditujukan untuk membuat pasien menjadi lebih nyaman, kuat, dan aman ketika mengalami pengobatan.

Selain itu, pengobatan kanker alternatif ini juga dianggap dapat mengurangi gejala dan efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan medis sehingga terapi yang dilakukan dapat berjalan lancar dan lebih cepat. Apa saja terapi alternatif yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati kanker?

 

  1. Yoga

Yoga adalah jenis olahraga yang dianggap aman untuk dilakukan oleh pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan alternatif. Olahraga ini melatih pernapasan dan membantu melenturkan tubuh sehingga tak membuat pasien kanker kelelahan, justru membuat rileks serta nyaman.

Beberapa penelitian sudah membuktikan kalau pasien kanker yang melakukan yoga dengan rutin selama menjalani pengobatan utamanya lebih merasa rileks dan tidak terlalu banyak mengalami efek samping pengobatan.

 

  1. Akupunktur

Pengobatan kanker alternatif yang berasal dari negeri bambu ini sekarang telah menjadi terapi tambahan yang dianjurkan bagi penderita kanker. Dalam berbagai penelitian telah dibuktikan bila memang akupunktur dapat meringankan gejala yang timbul akibat pengobatan kanker, seperti mual, muntah, mulut kering, kelelahan, dan depresi.

Selain itu, akupunktur juga terbukti dapat meningkatkan nafsu makan dan mencegah seseorang kehilangan berat badan yang berlebihan yang sering terjadi ketika seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi. Jika Anda ingin melakukan terapi ini, maka cari lah ahli terapi akupunktur yang telah memiliki lisensi atau bersertifikat.

 

  1. Akupresur

Hampir mirip dengan akupunktur, namun tak menggunakan jarum, akupresur dianggap sebagai pengobatan kanker alternatif yang dapat membantu mengurangi efek samping kemoterapi atau radioterapi. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 100 orang pasien kanker yang diberikan terapi akupresur selama kemoterapi berlangsung menyatakan bahwa terapi ini cukup efektif untuk mencegah maupun meringankan rasa mual.

 

  1. Pijat

Pijat juga dapat menjadi pilihan Anda untuk membuat diri rileks, nyaman, dan tentunya mampu mengurangi efek samping pengobatan kanker alternatif. Bahkan metode ini cukup aman dilakukan bagi orang yang memiliki kanker stadium lanjut.

Tetapi, hati-hati dengan beberapa bagian tertentu. Bagi Anda yang memiliki jenis kanker padat, hindari pijatan pada bagian tubuh yang terkena kanker tersebut. Pijatan dapat memicu kanker padat tumbuh menjadi lebih besar. Jika Anda sedang menjalani radiasi, maka Anda juga harus menghindari pijatan bagian-bagian yang terkena sinar radiasi, sebab biasanya bagian kulit di sekitar tubuh tersebut lebih sensitif.

 

  1. Aromaterapi

Minyak aromaterapi dapat Anda gunakan untuk membuat diri Anda nyaman dan rileks selama pengobatan kanker alternatif berlangsung. Pilihlah minyak esensial seperti peppermint atau eucalyptus, yang memiliki aroma kuat, namun menenangkan. Anda dapat mengusapkannya pada beberapa bagian permukaan kulit Anda atau juga bisa Anda gunakan sebagai campuran air rendaman Anda.

 

 

Pengobatan Kanker Alternatif

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis Kanker Pada Anak

Jenis Kanker Pada Anak

Jenis Kanker Pada Anak

Kanker adalah istilah untuk penyakit degeneratif yang ditandai dengan berkembangnya sel abnormal yang merusak dan mengambil nutrisi dari tubuh seseorang. Ini menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan lainnya, bahkan kematian. Orang dewasa adalah kelompok yang rentan mengalami kanker karena risiko kanker dapat meningkat seiring pertambahan usia. Lalu, bagaimana dengan kanker pada anak?

 

Definisi kanker pada anak

Definisi kasus kanker pada anak adalah suatu kejadian penyakit kanker yang muncul pada usia anak-anak hingga remaja. Hampir setiap sel pada tubuh manusia dapat berkembang secara abnormal menjadi tumor dan kanker. Namun, jenis kanker pada anak biasanya berbeda dengan kanker yang dialami oleh orang dewasa.

Jika kanker pada orang dewasa disebabkan pola konsumsi dan gaya hidup, kanker pada anak dipicu oleh adanya mutasi gen. Hal tersebut menyebabkan perubahan DNA dari sel tubuh sejak dilahirkan, atau bahkan saat anak masih dalam kandungan. Kelainan genetik dalam keluarga seperti Down syndrome dan sindroma familial lainnya dapat meningkatkan risiko kanker pada anak. Sangat jarang kasus kanker pada anak disebabkan karena orangtua memiliki gen kanker, tetapi mutasi gen dapat terjadi akibat radiasi dan paparan rokok saat anak masih dalam kandungan.

 

Kanker pada anak di Indonesia

Menurut data Kementerian Kesehatan RI hingga 2013, kasus baru kanker pada anak mencapai 11.000 per tahun. Sebagian besar atau sekitar 30% kasus kanker pada anak yang terjadi di Indonesia adalah leukemia atau kanker yang terjadi pada sel darah putih, kemudian disusul dengan kanker yang menyerang sistem saraf pusat. Di samping faktor mutasi gen, penyebab kanker anak di Indonesia dapat terjadi akibat paparan zat kimia dan penyakit infeksi seperti hepatitis B dan HIV pada anak.

 

Bisakah kanker pada anak dicegah?

Tidak seperti kanker pada umumnya yang menyerang orang dewasa karena faktor risiko gaya hidup yang tidak sehat, kanker pada anak tidak memiliki faktor risiko yang dapat diubah. Mutasi gen yang merupakan penyebab kanker pada anak dapat disebabkan hilangnya kemampuan sel untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan yang abnormal. Meskipun demikian, orang tua dapat meminimalisir risiko kanker yang akan dialami anak mereka sebelum dilahirkan, dengan merencanakan kehamilan dengan matang, menjaga kesehatan organ reproduksi, tidak merokok, menghindari paparan radiasi, dan deteksi dini kesehatan kehamilan.

 

Tanda jika anak mengalami kanker

Kasus kanker pada anak cenderung lebih langka dibandingkan kanker pada orang dewasa dan gejalanya akan sulit dibedakan dengan masalah kesehatan lainnya. Namun, orang tua sebaiknya waspada dan memperhatikan kondisi kesehatan anak jika beberapa tanda berikut sering terjadi dan bertahan dalam waktu yang lama:

  • Terjadinya pembengkakan pada tubuh anak
  • Anak terlihat pucat dan sering tampak lemas
  • Anak sering mengalami luka, atau ada luka yang tidak kunjung sembuh
  • Terdapat keluhan rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu
  • Terlihat lesu atau pincang saat berjalan
  • Demam tanpa sebab atau infeksi yang tidak kunjung sembuh
  • Sering menderita sakit kepala disertai dengan muntah-muntah
  • Gangguan penglihatan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Kanker pada anak tidak memiliki gejala yang spesifik, dan dapat bervariasi sesuai dengan jenis kanker yang dialami anak. Meskipun bukan disebabkan kanker, gejala tersebut perlu diatasi untuk memulihkan kesehatan anak.

 

Jenis Kanker Pada Anak

Terdapat beberapa jenis kanker pada anak yang sering ditemukan kasusnya, di antaranya:

 

  1. Leukimia

Jenis kanker pada anak ini terjadi pada sel darah putih dan sumsum tulang. Leukimia merupakan jenis kanker pada anak yang paling berbahaya karena menyebabkan pembentukan sel leukosit abnormal. Dampaknya adalah berhentinya pembentukan leukosit, diikuti gangguan produksi trombosit dan eritrosit. Leukimia juga berdampak pada organ otak dan kerusakan gusi, kulit, tulang, limpa, dan testis.

 

  1. Kanker sistem sarah pusat

Sel tumor pada umumnya bermula pada otak bagian bawah; cerebellum dan batang otak dan kemudian menyebar ke tulang belakang. Dampak dari kanker sistem saraf pusat adalah gangguan berpikir dan koordinasi, bahkan dapat terjadi kelumpuhan.

 

  1. Neuroblastoma

Merupakan jenis kanker pada anak yang menyerang sel saraf yang dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh. Jenis kanker pada anak ini dapat berkembang pada embrio atau janin dan jarang ditemukan pada anak di atas usia 10 tahun. Neuroblastoma biasanya ditemukan pada bagian perut yang ditandai dengan pembengkakan, nyeri tulang dan demam.

 

  1. Wilms tumor (nephroblastoma)

Jenis kanker pada anak yang berkembang pada salah satu atau kedua ginjal. Biasanya ditemukan pada anak dengan usia 3 sampai 4 tahun, dan sangat jarang ditemukan pada usai di atas 5 tahun. Gejala nefroblastoma antara lain pembengkakan pada perut dekat ginjal, disertai demam, mual dan kehilangan nafsu makan.

 

  1. Lymphoma

Jenis kanker pada anak yang menyerang sel imunitas atau limfosit dan pada organ nodus limfa, tonsil dan kelenjar thymus yang terletak pada leher, ketiak, dan sekitar selangkangan. Lymphoma menyebabkan pembengkakan di sekitar kelenjar yang terdapat sel kanker, dan beberapa gejala seperti berkeringat berlebih, lemas, demam serta penurunan berat badan secara drastis.

 

  1. Rhabdomyosarcoma

Bermula pada pertumbuhan sel abnormal otot rangka atau otot yang digunakan untuk menggerakan badan. Jenis kanker ini dapat terdapat di bagian tubuh manapun yang memiliki sel otot rangka. Rhabdomyosarcoma biasanya ditandai dengan nyeri dan/atau pembekakkan.

 

  1. Retinoblastoma

Atau dikenal juga dengan kanker mata yang hanya ditemukan pada usia bayi atau sekitar 2 tahun. Retinoblastoma dapat dikenali dengan adanya kejanggalan pada mata atau ada warna merah pada pupil akibat darah pada bagian belakang mata. Orang tua sebaiknya curiga jika mata anak terlihat sepeti “mata kucing” atau memantulkan cahaya warna putih jika terkena cahaya lampu atau dari flash.

 

  1. Kanker tulang

Biasanya ditemukan saat anak memasuki masa pubertas dan usia remaja. Kanker tulang dapat terjadi pada ujung tulang pipa pada kaki dan tangan (osteosarcoma) dan tulang pipih seperti pada pinggang dan punggung (ewing sarcoma). Gejala kanker tulang biasanya berupa rasa nyeri pada malam hari atau saat menggerakan tulang.

 

Jenis Kanker Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tips Mencegah Kanker

Tips Mencegah Kanker

Tips Mencegah Kanker

Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat di rawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan di mulai sejak awal. Langkah-langkah atau bisa disebut sebagai tips mencegah kanker yang akan kita bahas ini ‘mungkin’ tampak sederhana sekali. Namun, jika kebiasaan positif ini kita bangun dan biasakan sejak dini, insyaAllah masa tua kita terhindar dari momok sakit kanker yang mengerikan. Berikut diantaranya:

 

  1. Makan bawang merah

Ini waktu yang tepat untuk membiasakan kita dan keluarga untuk bersahabat dengan bawang merah. Memang, mengkonsumsi bawang merah membuat seseorang mengalami bau nafas (bau mulut). Akan tetapi hal itu bukan berarti serta merta menjauhinya. Bawang merah merupakan makanan sumber antioksidan dan flavonoid paling ajib. Dimana fungsi senyawa tersebut adalah menghambat pertumbuhan sel kanker (termasuk kanker serviks, kanker rahim, dll.).

 

  1. Minum teh hijau

Jika selama ini teh hijau hanya populer digunakan sebagai menu diet untuk menurunkan berat badan. Kini, siapa saja harus mulai menjadikan teh hijau sebagai daftar minuman rutin (meskipun tidak tiap hari). Senyawa kimia dalam teh hijau, EGCG disebut sebagai bahan kimia sebagai pembasmi sel kanker paling kuat. Direkomendasikan sebagai pencegahan kanker paru-paru, ovarium, prostat, payudara dan usus besar.

 

  1. Ngemil anggur

Sekarang jadi sedikit faham mengapa buah anggur termasuk salah satu buah yang disebut dalam Qur’anul Kariem (QS. An-Nahl:11). Ternyata, anggur ini memang istimewa looh.. Anggur memiliki kandungan yang bernama Resveratrol. Zat itu merupakan senyawa antioksidan aktif yang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker di payudara, hati, kelenjar getah bening dan perut.

 

  1. Prioritas ikan laut

Makanan kaya protein berasal dari hewan tentunya bagus untuk fungsi sel dalam tubuh. Namun, konsumsi berlebih khususnya untuk kategori tinggi lemak justru meningkatkan resiko seseorang meninggal dikarenakan penyakit kanker dan serangan jantung. Kurangi daging sapi, stop daging babi. Gantikan dengan ikan laut ataupun ternak unggas organik.

 

  1. Kurangi gorengan

Masyarakat kita seakan tidak bisa lepas sehari tanpa makan menu gorengan (makanan di goreng). Padahal, menu gorengan (khususnya makanan mengandung pati, ex. kentang dan roti) mengandung senyawa kimia akrilamida sebagai bentuk perubahan kimiawi saat memasak dengan cara digoreng. Senyawa itu berpotensi sebagai penyebab kanker. Menggantikan dengan menu rebus adalah tips mencegah kanker paling mudah.

 

  1. Minum kopi

Kopi pada sebagian orang kadang memang menjadi sebuah minuman pantangan ketika orang yang bersangkutan memiliki penyakit tertentu seperti maag, hipertensi dan lain-lain. Namun dalam kondisi normal, minum kopi murni dalam jumlah ‘moderate’ (tidak berlebihan) disebut mampu sebagai tips mencegah kanker otak hingga 40%. (dalam Prevention, 11/12)

 

  1. Minum air putih

Sebelumnya juga telah disinggung betapa hebatnya manfaat air putih (mineral) untuk menjaga kesehatan serta stamina tubuh. Kaitannya dalam upaya tips mencegah kanker, ternyata menjaga kecukupan asupan air putih (cairan) dalam sehari dapat menurunkan resiko seseorang menderita kanker kandung kemih.

 

  1. Menambah asupan kalsium

Seiring dengan perjalanan usia, tubuh manusia akan mengalami kekurangan kalsium sejak usia sekitar 20 tahun-an. Padahal, kalsium merupakan mineral yang memiliki peranan penting dalam tubuh seperti menjaga kesehatan kardiovaskular dan usus. Menjaga kecukupan asupan kalsium sejak anak-anak hingga dewasa merupakan tips mencegah kanker usus besar.

 

  1. Rutin jalan kaki

Di negara-negara maju, seperti amerika dan eropa kini ada sebuah kampanye unik. Mereka sebut jalan kaki sebagai ‘the real medicine’. Karena ternyata, dari berbagai studi yang dirilis pada publik banyak disebutkan bahwa rutin berjalan kaki memiliki efek positif terhadap kesehatan tubuh. Jalan kaki setidaknya 30 menit per-hari dan 5 hari seminggu memiliki korelasi kuat sebagai tips mencegah kanker payudara dan kanker pankreas.

 

Itulah beberapa tips mencegah kanker yang sangat mudah untuk dilakukan. Kanker merupakan penyakit yang mematikan, jadi jangan sampai penyakit ini menyerang Anda. Selagi ada waktu untuk mencegah gunakanlah waktu yang sebaik-baiknya, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga bermanfaat..

 

Tips Mencegah Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Agar Terhindar dari Kanker

Cara Agar Terhindar dari Kanker

Cara Agar Terhindar dari Kanker

Mayoritas penderita kanker terjadi di negara berkembang dan sebagai penyebab utama kematian di beberapa negara tersebut berkembang tapi Ilmuwan percaya bahwa kanker dapat dicegah dan disembuhkan dengan menghindari faktor penyebab penyakit kanker sejak awal.

Faktor internal dan lingkungan buruk yang memainkan peran pembentukan beragam jenis penyakit kanker, faktor internal penyebab penyakit kanker, yakni merokok dan pola gaya hidup buruk lainnya, seperti mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, kurang tidur, kekurangan vitamin dan masalah terkait lainnya. Selain itu, ada banyak orang yang percaya bahwa kanker adalah penyakit genetik yang tidak bisa dihindari. Namun, menurut American Cancer Society, Anda dapat benar-benar melakukan sesuatu yang positif untuk mencegah risiko kanker hingga 50%. Berikut ada mencegah cara agar terhindar dari kanker yang harus dilakukan oleh Anda, sebagai berikut:

 

  1. Hindari rokok

Cara agar terhindar dari kanker yang pertama ialah jangan merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya. Tembakau meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk yang dari paru-paru, bronkus, otak, tenggorokan, usus besar dan kandung kemih.

 

  1. Melakukan skrining kanker secara teratur

Banyak cara agar terhindar dari kanker pada tahap awal, kadang-kadang bahkan jauh sebelum pembentukan sel-sel tumor pertama. Mendeteksi kanker pada tahap awal meningkatkan kemungkinan penyembuhan dan mengurangi risiko kematian.

 

  1. Mengontrol penggunaan alkohol

Laki-laki dan perempuan harus menghindari penyalahgunaan alkohol. Alkohol di percaya ilmuwan bahwa meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk payudara, kerongkongan, usus, pankreas, otak dan tenggorokan.

 

  1. Hindari paparan zat karsinogenik

Paparan radiasi dan zat kimia tertentu dapat menyebabkan kanker. Membatasi paparan sinar-X adalah salah satu cara agar terhindar dari kanker yang sangat penting bagi anak-anak dan remaja serta orang dewasa. Selain itu, kurangi dari mengkonsumsi ikan asing karena dapat memicu pertumbuhan sel kanker, selain itu, makanan yang di panggang mengandung zat karsinogenik penyebab kanker.

Arang diketahui mengandung tinggi zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Penikmat sate sebaiknya mengurangi mengkonsumsi sate yang terdapat sisa pembakaran arang yang gosong mengandung zat karsinogenik pemicu kanker. Menurut National Cancer Institute, kanker kolon, perut dan keganasan sistem pencernaan lainnya berhubungan dengan asupan tinggi daging hangus atau dibakar.

 

  1. Mengikuti diet yang mengurangi risiko kanker

Diet yang salah dapat menyebabkan tubuh kekurangan gizi sebagai faktor penyebab penyakit kanker, sebaliknya cara agar terhindar dari kanker dengan melakukan diet sehat telah terbukti dapat mengurangi risiko tertular beberapa jenis kanker seperti usus. Selain itu, kuangi mengkonsumsi daging merah mentah dan sosis (makanan ini terdapat banyak bahan kimia yang digunakan dalam mempersiapan mereka).

Mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran, kaya serat dan vitamin. Kurangi makanan tinggi kalori seperti permen, tepung halus, gula, keripik dan permen. Mengkonsumsi makanan dengan jumlah tinggi kalsium dan vitamin D, yang penting untuk kesehatan Anda.

 

  1. Menghindari makanan yang memakai zat pewarna

Saat ini ada banyak makanan memakai zat pewarna supaya tampak menarik di mata konsumen, ternyata zat pewarna tersebut mengandung banyak zat berbahaya bagi kesehatan tubuh sebagai penyebab penyakit kanker. Cara agar terhindar dari kanker dengan menghindari konsumsi makanan berwarna resiko lebih tinggi terhindar dari penyakit kanker.

 

  1. Minum air putih 8 gelas sehari

Minum air putih di percaya sebagai salah satu cara agar terhindar dari kanker. Selain itu, minum air putih dapat meningkatkan aliran darah, mengurangi nyeri dan mengontrol berat badan.

 

  1. Tidur yang cukup

Ilmuwan percaya bahwa istirahat dengan cukup tidur memiliki peran penting untuk meningkatkan imun tubuh untuk membunuh bakteri dan kuman penyakit dari makanan dan faktor lingkungan dan mengembalikan energi yang hilang.

Selain itu, cara agar terhindar dari kanker menurut para ilmuwan menganjurkan untuk tidur dalam keadaan gelap atau tanpa lampu sebab tidur di malam hari dengan lampu menyala, ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Efek negatif tidur malam dengan kondisi lampu menyala akan meningkatkan resiko penyakit kanker, kardiovaskular, gangguan sistem metabolisme dan bahkan mungkin diabetes.

Hal itu disebabkan ritme srikandian tubuh menjadi terganggu karena tubuh salah menilai waktu sudah masih siang sehingga memicu tidur terganggu.

Menurut ilmuwan biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin jika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Cuma hormon ini hanya aktif ketika tidur seseorang tidur tanpa cahaya lampu dan sebaliknya bila tubuh terkena cahaya hormon ini akan berhenti bekerja.

 

  1. Rutin olahraga

Aktivitas positif ini sudah dipercaya sebagai obat alami paling mujarab di dunia, untuk meningkatkan kesehatan tubuh pada umumnya menjadi lebih dan mencegah dari jatuh sakit akibat penyakit kanker dan bahkan bisa mengobati masalah kesehatan terkait lainnya.

 

  1. Menghindari makanan fast food

Makanan fast food seperti hot dog atau burger dipercaya sebagai faktor penyebab risiko kanker perut dan kanker ganas lain dari sistem pencernaan. Daging olahan dan berpengawet seperti yang terdapat pada isian hamburger atau hotdog semakin berbahaya jika digabung dengan saos sambal atau tomat olahan yang tinggi sodium nitrat dan bahan pengawet.

 

 

Cara Agar Terhindar dari Kanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment